Home » » berdua saja

berdua saja

Posted by Yoan logic
langit biru, Updated at: 10:55:00 AM

Posted by Yoan logic on Monday, February 28, 2011

Melihat jauhnya hujan
Berpelukan sangat basah
Hujan ,pantaskah menerimanya
Betahan menjadi satu
Menyentuhnya dengan cinta beterbangan
Desahnya bertanya malu
Diam,bagaimana lagi
Kita berangkulan manja dibalik pohon
Pertama kali menuntun cinta
Gadis tercantik yang kuhias
Bukan tentang matsuhara,Melrose,milkshake mocca,atau orang2 itu
Kita harus diam ,bagaimana lagi
Kenapa kau tak menjawabnya
Aku minta pada keajaiban
Tiga bulan yang lalu
Kita mengenang rindu
Satu tahun lagi
Membuatnya
Suatu saat itu
Teramat megah dengan bahagia
Besok kita hanya bertemu
Tak lebih dari itu
Sudahlah tak apa,sudah cukup
Seminggu lagi..
Akan menjadi akhir desember
Kita harus berdua lagi
Berdua saja…^^

puisi di atas bermakna hal indah dan cinta dan untuk selanjutnya langsung akan sya teruskan dengan puisi purba dari saya..puisi di bawah termasuk puisi pencarian jati diri dan masa muda yang penuh kegelisahan , pemakaian kata-kata yang jauhpun hal biasa untuk pengungkapan rasa melankolis dan makna kehidupan,tentu saja dari sudut pandang penulis
selamat menikmati

sisir & kaca

kembali tertegun menarik senyum
segala sesuatu sedang menjadi sepi
menjadi pejalan kaki dan tangan
sedang menunggu-nunggu
kisah-kisah yang menurut runtut
agar cerita lebih indah

ingini mengubah bayangan kehitaman
merubah imej yang melekat
wajahnya dan keasingan tatapanya
mungkin merasakan kesendirian atau apapun yang tak sebenarnya
hampir memegang hayal dengan membual
masih ada seharusnya, keindahan selama-lamanya

seharus halus sekecil ini
menunggu-nunggu tak ingin terbangun
terduduk dengan tangan tak memeluknya
mungkin terlalu banyak kata mungkin

mendengar asrinya gaung kencana
asiknya tersenyum dengan dunia
nama yang tak terelakkan
tak ubah-rubah menghayal

cukup melekat selama ini
dan tak ada segala senyum
menuangkan belaian dan buaian
tengah malam bicara dan bertambah lelap
kelelawar..
burung pipit..
bintang mulai bernyanyi
melayang dan melayang
dan terbang tinggi
sampai sejauh ini,gula,madu,.. beradu haru
jenuh tapi indah
senyumnya terlalu manis menenangkan permainan

ramah, kecil, sebahu tak berponi
terikat sesuatu oleh sesuatu
suasana sejuk para langit
bicara dengan tangan
berguman dengan mendung
entah apa.. siapa ..
menyebut ingin menyusuri

biarkan membual
menangguh melati
ucapkan dengan indah
semakin tertawa
tak lucu
keasingan tatapanya terlihat lagi
merasakan hirau-hirau ini kelu

pantas menelan menanam bunga
untuk jiwa-jiwa siapa
hati menari tambah berisik
kujauhkan lagi jarak pandang dari sini
menamai hati tinggi sepetah-patah
matahari yang berambut dengan gurun korona
menyelimuti langit di ranjangku
pulangkan ini ke asalnya

kembali tertegun
menarik senyum
menatap kaca
menyisir rambut
tersenyum yang lirih
kepenatan ini
akhirnya.... terobati.

mei mengulang mei

mengenang cinta setengah sadar
mencium kening embun
ini aku dari rubrik mimpi
terlalu tinggi, begitu tinggi mencatat geli
itu ia manjakan damai
bintang utara..
siang-siang dikejar ujar ufuk timur
dari arah semampai langsing
gadis kecil berbicara tentang doa
gari mei mengulang
kenangan itu terhenti
tak bersisa

selalu tak terlewatkan
melihatnya setiap lewat
itulah kenangan
nama-nama antara dia dan mereka
melelap, melarut ... menjadi seperti kabut
terumbu bunga nafas angkasa
ada sepenggal senja
aku tak jadi pulang

benar sore ini bintang yang hilang tak menyala
melihat aku tak menjaganya
senja tak berbunga
benar... tak ada daun gugur
tapi bentuk bahasa yang kuucap[
sudah menganti hal yang bercucuran
seperti mimpi seharian
mei belum akan mati
dengan sebentar kisah lelah ini
menunggu manis
melompat-lompat
riang dan keras

dengan melihat-lihat
dia meneliti lagi
'menampakkan wajah asingnya
tertawa lagi
menumpahkan perca-perca
menyobek-nyobek batu
berderap-derap seolah ombak kuda
memanggil dunia dengan namanya
ia bicarakan langit
ia bicarakan ketakutan
ia bicara keheningan
mimpi yang sebenarnya belum mati ...





bgaimana?indah bukan? perputaran kata yang merasa sempurna
mencakup segala sudut pandang yang abstrak.. puisi ini hanya menunjukkan pelepasan jalan pikiran yang tidak bisa di pahami orang lain jalan pikiran liar yang hanya bisa di ungkapkan dengan rasa namun berakhir dengan sebuah kelegaan karena sudah berhasil melepaskan unek-unek dan semacam beban yang ada dalam pikiran penulis,
 sedangkan untuk arti atau maknanya mungkin ini lebih luas dan tergantung penafsiran pembaca, ini memang di buat seperti itu aga keindahan sebuah puisi tak pernah berakhir karena maknanya juga tak pernah berakhir akan selalu menyesuaikan jaman semua pembacanya.. mantab,, puisi memang selalu bebas dan bebas untuk di bicarakan entah itu bicara / pergolakan dalam hati penulis sendiri ataupun untuk sekedar bahan pembicaraan beberapa orang penikmat puisi.

perkembangan puisi di jaman sekarang ini semakin kabur dan menghilang.. tapi bagi saya puisi masih tetap puisi yang bisa di gunakan sebagai sarana positif untuk menyalurkan ide, inspirasi, beban atau apapun yang bisa di masukkan di sana ,sekarang saatnya semua bangun dan berpikir lebih luaas... tuangkan semuanya dalam hal baik ..terus berkarya.. sementara ini dulu ulasan puisi versi saya .. di artikel ini saya edit dan tambah kosa katanya agar blog ini semakin berbobot dan berkualitas.. proses mengedit blog ini memang merepotkan tapi harus saya lakukan sedikit-demi sedikit agan menyajikan konten-konteen asli dan baik salah satunya tentang puisi. by.Y









Share This Post :

0 komentar:

 
Copyright © 2015 langit biru. All Rights Reserved
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design