Home » » Raja penggundah

Raja penggundah

Posted by Yoan logic
langit biru, Updated at: 10:58:00 AM

Posted by Yoan logic on Monday, February 28, 2011


Sangat manis hari ini
Menghisap putih biru dan impian tinggi,,
Forever uforia untuk kita
Sebagai perfect life
Pagi ini kita bicara damai
Kita pernah terjatuh
Kita akan terjatuh
Kita akan terbang
Kita tak akan terjatuh
Kau pilih yang mana?
Kita bicarakan lagi

Sedikit bicara banyak kerja,bukan tipe kita khan?
Mari ngeblues lagi,meski music jadul dan masa lalu
Tapi kadang masih bisa terdengar indah
Irama jazz yang panas
Biarkan untuk mereka
Blues yang lebih halus
Kita lengkapi lagi dengan kopi
Dan angin akan menjadi dingin
Seperti di gunung,didesa,dimanapun itu
Begini…mulai dengarkan…^^
Dia selalu kuperhatikan
Kangen,
Tawanya yang lepas
Sampai menyentuh tidurku
Selalu mengajakku menghayal yang tidak-tidak
…suasana tak pernah menjadi cengeng dalam hal ini
(dengan irama scale pentatonic.mixolidian,locrian atau apalah,
terus mengalun)
..aku memulainya tanpa malu
mode ini dan telah terjadi


jejak kaki seperti tak menginjak bumi lagi
aku telah menanam hal kebodohan
menanam batu dan menulis nama
seharusnya iya
sejauh kertas-kertas kubuang
lepas berhamburan
kemarin berdoa mendoakannya
sekarang menyalin kesah urutan emas
wajah kembali membulat
melihat di kaca ,menyisir rambut lagi
untuk yang bukan apa-apa
aku mulai lelah
membawa pesan tak berkesan
berapa tinggi dia lari
ketika musim telah mati
melambung menghindari ini
jauh ingin lebih jauh lagi
meninggalkan lebih jauh lagi
dengan mata tertutup
melengkung terputus dan hilang

melihat di matamu tak tersimpan
peran sanjungan untukkku
sekarang baru semua mengerti
membahas kangen sepihak
menginjak-injak nafas panjang

…..
Malam yang ceria
Mengejek tajam kalau tau
Ucap selamat malam pengecut
Dari mami bebi maharia
Di satu sisi terjaga menjadi daun
Di lain hari tertidur .. meninggal ..
Guru pengajar mengajar ratu
Menyandang terang tepi pantai
Menyimpan mutiara terapan

Sore keruh di jutaan kembang
Tak kujadikan prosa terakhir
Andai kucari tidur panjang
Aku senang tengah sepi ,
aku tenang membebaskanku
akhirnya sangat ku benci
tersenyum dengan mereka
lebih memaksa dan tak sudi
baying-bayang kehilangan
baying-bayang berjalan kaki
bersembunyi
tak letih
dan tak pernah sendiri

dengar pembual berhayal
dengan pelangi bermimpi
mungkin telah telah
membohongi hati berlari-lari
berjalan-jalan di tempat mewah
membiasakan diri tak di sunyi
…….end and unix


Semacam tidur menunggu tua
Semua merasa asam
Keluh tersentuh keringat dingin
Berpesan pada detak-detak
Suara asap menjemput mati
Tiap kata menuju jauh
Ke yang tak seharusnya
Ingatkan bumi ini punya nafas
Ingatkan agar tubuh ini tak terhempas

Mengpungapung tak tenggelam
Nodai darah perangai wajah
Buat apa mengasah susah
Tajam menjadi semakin dingin
Pandai berandai-andai
Menjatuhkan nalar di tamper-tampar
Dengan bisikan fak en sit
Busit !!
Coba kutulis lagi
Yang indah..lelah
Coba ku usir lagi
Tak bias lagi
Tak bias lagi
Coba ku buang lagi
Yang indah
Menghitung langkah
Tak bias lagi
Tak bias lagi
Coba kubunuh lagi
Yang indah
Hitungan hambur berbaur
Tak lucu lagi
Coba kubaca lagi
Coba kutulis lagi
Yang indah
Tak lucu
Tetap tak lucu

Sampai juga di depan malam
Rumahku ada di sana
Di masa depan di alam raya
Di alam malam di bawah sadar
Mencari-cari kutuangi wangi
Berbahagia mengucap haus
Ku besar-besarkan melihat dia
Di sini saja tak akan menjauh
Menantang sengit langit suram
Padang hijau tandang- pandang
Ku korek cahaya lencana doa
Kota renta tanpa kala
Aku yang berani katakana itu
Lagu yang pelan
Dengarkan semakin asik
Perasaan bersalah atau semacamnya..
Lagukan denganku lagukan dengan indah
Menandakan ketenangan dalam dunia
Dengan huruf “a” bergema
Katakana yang kaubenci
Katakana kau takkan pergi
Ini aku
Sesuatu yang tertawa
Ini aku yang bias melakukanya
Hari-hari ini aku bersamamu
Semua ini salah seratus persen
Hayalan yang tak akan pernah ada

Dekat titik-titik air
Bumi sangat dingin
Awan rendah,jika ini mimpi
Ini tidak membantu
Banyak lagi yang jangan terlupa

Terkurung bahagia dalam karantina suci
Tenggelam di bait-bait sunyi
Mengerti tidur-tidur panjang
Takkan terhenti menagih janji
Satu hari sekian jalan
Tenang menghisap damai
Layng-layang mimpi
Berhamburan terbang

Mereka bernyanyi
Suara-suara terindah
Tenteram semakin dalam
Terhibur sendiri
Memeluk sendiri
Menghitung detik-detik
Menghayati segalanya
..
Memandang jauh





Share This Post :

0 komentar:

 
Copyright © 2015 langit biru. All Rights Reserved
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design